Senin, 31 Oktober 2016 jurusan Tadris Bahasa Indonesia melaksanakan kegiatan Seminar Nasional yang bertema “Proses Kreatif Penulisan Bahasa dan Sastra Berbasis Kearifan Lokal” sebagai ketua pelaksana...
Senin, 31 Oktober 2016 jurusan Tadris Bahasa Indonesia melaksanakan kegiatan Seminar Nasional yang bertema “Proses Kreatif Penulisan Bahasa dan Sastra Berbasis Kearifan Lokal” sebagai ketua pelaksana Ibu Dra. Tati Sri Uswati, M.Pd. (Kajur Tadris Bahasa Indonesia). Alhamdulillah kegiatan ini sukses dilaksanakan dengan jumlah peserta sebanyak 217 yang terdiri atas guru-guru Bahasa Indonesia SMA/SMK/MAN/MTs. se-Kota dan Kabupaten Cirebon, Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan Kota Cirebon, dosen-dosen dan para mahasiswa Jurusan Tadris Bahasa Indonesia IAIN Syekh Nurjati Cirebon, UNSWAGATI Cirebon, Universitas Wiralodra Indramayu, Universitas Majalengka (UNMA), Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes, Jawa Tengah, dan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
Narasumber & Moderator/pendamping/fasilitator
- Pemateri :- Suyanto, S.Pd.,M.Si. (penyair/budayawan dan ketua (komunitas sastra Banyuwangi) dan Dr. Emah Khuzaemah, M.Pd. (dosen IAIN Syekh Nurjati Cirebon)
- Moderator : - Hermin, M.Pd. dan Masrurih, S.Pd., M.Hum. (Kandidat Doktor UNS)
- Pembawa Acara : - Cartab, M.Pd.
Prakata Narasumber yang dapat kita jadikan motivasi gemar menulis:
“Kita akan lebih bangga dan bersyukur melihat mahasiswa Indonesia menulis apa saja yang dilihat, didengar, dan dirasakan, untuk kemudian diorbitkan ke koran. Kita juga akan bangga melihat dosen-dosen kita mengisi ruang-ruang publik di koran dan majalah, baik karya fiksi (rekaan atau khayalan) maupun karya non fiksi (ilmiah) seperti opini, artikel, esai berbagai bidang baik esai sastra, seni, budaya, pendidikan, keagamaan, dan lain-lain.
untuk menggali potensi budaya lokal dibuat karya sastra dalam rangka sosialisasi nilai kepada masyarakatnya”.
Dengan mengetengahkan nilai-nilai lokal yang terdapat dalam karya seperti disebutkan, konflik antara kebutuhan lokal dan pengetahuan eksternal yang diserap dan diakumulasi dalam pengembangan komunitas pembelajaran, dapat diminimalkan. Karena, asupan nilai eksternal yang dikehendaki dan yang tidak dikehendaki lebih mudah untuk diidentifikasi. Eksternalisasi yang berlebihan juga lebih mudah dikendalikan. Hanya saja, tidak mudah untuk mendapat seperangkat nilai atau hasil-hasil lokal yang baik yang dapat digunakan untuk mengkristalisasikan dan melokalisasikan pengetahuan dan kearifan lokal yang berdaya guna dan membuahkan hasil secara penuh. Yang jelas, luasnya dependensi globalitas dan orientasi nilai lokalitas harus seimbang, jika tidak boleh yang lokal harus lebih besar daripada yang global. Selain itu, mampu memecahkan persoalan sosial secara ilmiah, begitu seterusnya sehingga seakan-akan untuk kebajikan ilmu pengetahuan, seseorang musti menulis dan meneliti, dua hal yang tidak bisa dipisahkan.
Dengan demikian, pada hakikatnya, Pengembangan pendidikan dan pengajaran bahasa dan sastra yang berkearifan lokal, merupakan upaya untuk mendukung terbentuknya masyarakat yang keberlangsungannya didasarkan pada prinsip-prinsip moral, baik dalam proses kreatifnya maupun pendidikannya.
Bagikan Artikel: