
Cirebon, 18 April 2026 — Program Studi Tadris Bahasa Indonesia UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi guru Bahasa Indonesia melalui kolaborasi dengan MGMP Bahasa Indonesia SMA Kabupaten Cirebon. Bertempat di Kampus Utama UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, kegiatan Training of Trainers (ToT) Lomba Debat Indonesia (LDI) Tahun 2026 sukses diselenggarakan dengan menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yaitu Rianto, M.Pd. dan Asep Suhendi, M.Pd. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan menghadapi Lomba Debat Indonesia (LDI) tingkat SMA.
Acara dibuka dengan sambutan secara virtual oleh Ketua Jurusan Tadris Bahasa Indonesia, Dr. Tato Nuryanto, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada MGMP Bahasa Indonesia SMA Kabupaten Cirebon atas sinergi yang terus terjalin dengan Prodi Tadris Bahasa Indonesia dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah. Menurutnya, penguatan kompetensi guru melalui pelatihan debat merupakan langkah strategis untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, bernalar logis, serta keterampilan berkomunikasi yang menjadi kebutuhan penting dalam pendidikan abad ke-21.
Dr. Tato juga berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang peningkatan kapasitas guru dalam membina peserta didik menghadapi kompetisi debat, tetapi juga menjadi ruang berbagi praktik baik antarguru sehingga mampu melahirkan generasi yang kritis, argumentatif, dan berkarakter.
Pada sesi utama, Asep Suhendi, M.Pd menyampaikan materi mengenai strategi pembinaan debat Bahasa Indonesia, mulai dari teknik menyusun argumentasi yang berbasis data, membangun sanggahan yang efektif, hingga strategi melatih kepercayaan diri peserta didik dalam menyampaikan pendapat secara sistematis. Ia menekankan bahwa debat bukan sekadar kompetisi berbicara, melainkan media pembelajaran yang mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, literasi informasi, serta etika berkomunikasi.

Sementara itu, Rianto, M.Pd. membahas teknik pelaksanaan dan penilaian Lomba Debat Indonesia (LDI) sesuai regulasi yang berlaku. Dalam paparannya, ia menjelaskan mekanisme perlombaan, peran setiap anggota tim, teknik menyusun kasus debat, hingga indikator penilaian yang digunakan dewan juri. Materi tersebut memberikan bekal praktis bagi para guru dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi kompetisi secara lebih terarah dan profesional.
Pelatihan berlangsung secara interaktif dengan diskusi dan sesi tanya jawab yang diikuti antusias oleh para guru Bahasa Indonesia dari berbagai SMA di Kabupaten Cirebon. Beragam persoalan teknis mengenai pembinaan tim debat, penyusunan mosi, serta strategi menghadapi berbagai tipe lawan menjadi topik yang banyak dibahas selama kegiatan berlangsung.
Melalui kolaborasi antara MGMP Bahasa Indonesia SMA Kabupaten Cirebon dan Program Studi Tadris Bahasa Indonesia UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembinaan debat Bahasa Indonesia di tingkat sekolah sekaligus memperkuat jejaring akademik antara perguruan tinggi dan komunitas guru. Sinergi tersebut menjadi salah satu upaya nyata dalam melahirkan peserta didik yang unggul dalam literasi, komunikasi, dan berpikir kritis di era global.